Kondisi ekonomi Ambon, Maluku, pascakonflik makin membaik. Investasi modal dalam negeri dan asing tahun ini mulai masuk. Sektor perikanan menarik minat enam perusahaan di bidang pengemasan ikan, sedangkan di sektor pariwisata segera dibangun dua hotel berbintang salah satu investor berasal dan Amerika Serikat.
Nilai investasi enam perusahaan di bidang pengemasan ikan itu berkisar Rp 5 miliar, sedangkan investasi hotel sekitar 3 juta dollar AS. Nilai investasi ini memang tidak besar, tetapi diharapkan menjadi pemicu masuknya investasi lainnya.
Pabrik pengepakan ikan akan dibangun di daerah Laha, Tawiri, Toisapu, dan Batu Gong. Pabrik bahan pengemas ikan dibangun di daerah Wayame. Sementara hotel bintang empat dibangun di daerah Latuhalat dan Natsepa.
“Dinamika perekonomian di Ambon ini terus membaik sejak dua tahun lalu. Rata-rata pertumbuhan perekonomian meningkat sekitar 5 persen per tahun dan tingkat inflasi berkisar 6 persen hingga 7 persen,” kata Wali Kota Ambon M Jopie Papilaja, Rabu (27/12).
Sektor perikanan laut menarik minat investor karena potensi ikan tangkapan di Maluku mencapai 1.627.500 ton per tahun. Sesuai dengan ketentuan, ikan yang boleh ditangkap sekitar 1,3 ita ton per tahun.
Sektor pariwisata juga menggiurkan bagi investor karena okupansi hotel-hotel di Ambon pascakonflik sangat tinggi. Selain Desember ini, sejumlah hotel di Ambon terisi penuh.
“Kami juga memiliki potensi alam yang tidak kalah indah bila dibandingkan dengan Bali. Kelemahan kami adalah belum adanya pengelolaan yang baik terhadap potensi wisata alam itu,” lanjutnya. Terkait dengan sektor pariwisata, Pemerintah Kota Ambon sedang menjembatani pemasaran paniwisata ke Belanda dan beberapa negara di Eropa.
Pertumbuhan investasi ini, ujar Papilaja, akan diimbangi dengan penyediaan tenaga listrik yang sampai saat ini suplainya masih sangat terbatas. Mulai tabun 2007, Ambon akan membangun dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), masing-masing berdaya. 15 MW. Kedua PLTU itu akan dibangun di Batu Gong dan Leahari.
Di sektor perekonomian rakyat, Papilaja menilai usaha kecil menengah (UKM) merupakan andalan utama Ambon. Pertumbuhan sektor UKM inilah yang menjadikan Kota Ambon semakin menarik bagi masyarakat dan pulau-pulau di sekitarnya. Penduduk Kota Ambon terus meningkat dari 200.000 orang tahun 2005 menjadi sekitar 300.000 oang tahun 2006.
Sumber: Kompas
Nilai investasi enam perusahaan di bidang pengemasan ikan itu berkisar Rp 5 miliar, sedangkan investasi hotel sekitar 3 juta dollar AS. Nilai investasi ini memang tidak besar, tetapi diharapkan menjadi pemicu masuknya investasi lainnya.
Pabrik pengepakan ikan akan dibangun di daerah Laha, Tawiri, Toisapu, dan Batu Gong. Pabrik bahan pengemas ikan dibangun di daerah Wayame. Sementara hotel bintang empat dibangun di daerah Latuhalat dan Natsepa.
“Dinamika perekonomian di Ambon ini terus membaik sejak dua tahun lalu. Rata-rata pertumbuhan perekonomian meningkat sekitar 5 persen per tahun dan tingkat inflasi berkisar 6 persen hingga 7 persen,” kata Wali Kota Ambon M Jopie Papilaja, Rabu (27/12).
Sektor perikanan laut menarik minat investor karena potensi ikan tangkapan di Maluku mencapai 1.627.500 ton per tahun. Sesuai dengan ketentuan, ikan yang boleh ditangkap sekitar 1,3 ita ton per tahun.
Sektor pariwisata juga menggiurkan bagi investor karena okupansi hotel-hotel di Ambon pascakonflik sangat tinggi. Selain Desember ini, sejumlah hotel di Ambon terisi penuh.
“Kami juga memiliki potensi alam yang tidak kalah indah bila dibandingkan dengan Bali. Kelemahan kami adalah belum adanya pengelolaan yang baik terhadap potensi wisata alam itu,” lanjutnya. Terkait dengan sektor pariwisata, Pemerintah Kota Ambon sedang menjembatani pemasaran paniwisata ke Belanda dan beberapa negara di Eropa.
Pertumbuhan investasi ini, ujar Papilaja, akan diimbangi dengan penyediaan tenaga listrik yang sampai saat ini suplainya masih sangat terbatas. Mulai tabun 2007, Ambon akan membangun dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), masing-masing berdaya. 15 MW. Kedua PLTU itu akan dibangun di Batu Gong dan Leahari.
Di sektor perekonomian rakyat, Papilaja menilai usaha kecil menengah (UKM) merupakan andalan utama Ambon. Pertumbuhan sektor UKM inilah yang menjadikan Kota Ambon semakin menarik bagi masyarakat dan pulau-pulau di sekitarnya. Penduduk Kota Ambon terus meningkat dari 200.000 orang tahun 2005 menjadi sekitar 300.000 oang tahun 2006.
Sumber: Kompas

3 komentar:
salam kenal bung freddy
hi every person,
I identified siwalima88.blogspot.com after previous months and I'm very excited much to commence participating. I are basically lurking for the last month but figured I would be joining and sign up.
I am from Spain so please forgave my speaking english[url=http://casubmityournews.info/bookmarks].[/url][url=http://cesmartthoughts.info/].[/url][url=http://sportsnewsvi.info/].[/url]
Hello TO all www.blogger.com members,
I just wanted to introduce myself to all of you and say that I am extremely happy to be a new member here[url=http://whatweknowla.info/].[/url] I have been enjoying the conversations here for some time and look forward to participating now[url=http://smartthoughtson.info/].[/url][url=http://latestnewsnt.info/forum].[/url]
Glad to be a part of the community[url=http://thehottesttopicslu.info/forum].[/url][url=http://thehottesttopicspe.info/].[/url]
Posting Komentar